Rabu, 14 September 2011

PULO KEMARO


Perahu-perahu Jukung
menghilir. Sungai berarus lambat
dari bawah pohon
kita memandang

Selasa, 30 Agustus 2011

DALAM BADAI


Hanya kerinduan
puing-puing melintas

Pada sejuknya
angin laut

Aku tercabik-cabik
dalam kapal-Mu
badai baru saja lalu

Orang-orang terlempar
suara tangis ditelan gelombang

Siapa bisa menggapaiku
sebelum aku yang berikut

Hanya kesunyian
melintas bersama kegelapan laut
dan kematian tidak sendiri.

/2004/

Senin, 29 Agustus 2011

PELAYARAN

Aku ingin dengar hikayat
bawalah ke dalam perahumu
lalu berlayar bersama
aku percaya
biarkan
jauh pulau-pulau
lalu kita rindukan matahari
dan menjemur diri di pantai
kehangatanmu sudah sejauh ini

/2005/

Minggu, 28 Agustus 2011

SUNGAI

Sungai demikian berat dalam dirinya
kaujangan terlelap malam ini
tidakkah kaupunya rumah rakit dan antu banyu
sebagai kenangan yang menggetarkan?
Itu sebabnya kauharus terjaga
pada setiap pagi dan malam yang sama.

/2005/

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda